Sejarah Dakwah (Review: Perempuan, Jerat Narkoba dan Strategi Dakwahnya)
Nama :
Ainun Aprilia
NIM :
1901016043
Kelas :
BPI-B2
Dosen :
Hasyim Hasanah, S.Sos.I, M.S.I
Mata Kuliah : Sejarah Dakwah
Jurnal :
Perempuan, Jerat Narkoba dan Strategi Dakwahnya
A.
Pendahuluan
Narkoba
merupakan problem social yang kian hangat diperbincangkan. Berbagai peristiwa
ramai mewarnai kabar berita di media massa. Tragisnya, perempuanlah yang banyak
memainkan peran masuk dalam jerat narkoba, dikarenakan factor psikologis dan
factor ekonomis. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan yang semakin kompleks dan
kemiskinan yang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama perempuan
sebagai pelaku domistik dalam keluarga.
Bagi sebagian perempuan masuk dalam
jerat narkoba mendatangkan untung yang menjanjikan. Namun dibalik itu semua,
hukuman bahkan ancaman kematian ada di sekitar mereka. Untuk meminimalisir
kecenderungan perempuan masuk dan terlibat dalam jerat narkoba, maka diperlukan
strategi dakwah yang tepat, model dakwah yang dapat menyentuh aspek psikologis
dan memberikan landasan pendoman kehidupan yang jelas dan matang.
B. Pembahasan
Tingginya peredaran
narkoba dan psikotropika di kalangan perempuan mengakibatkan jumlah pengguna
barang haram tersebut bertambah. Banyak kaum perempuan yang terjerat penyalah
gunaan narkoba. Penyebabnya diperkirakan mereka diperalat oleh warga negara
asing (WNA), penyalahgunaan dan penyebab utama keterlibatan perempuan dengan
barang terlarang tersebut diawali dengan ketidaktahuan ditambah kondisi
perekonomian keluarga yang kurang mampu. Terlebih lagi banyaknya WNA kulit
hitam yang bermukim di lingkungan padat dan mengiming-imingi serta menawari
berbagai kebutuhan dan akhirnya dijadikan kurir.
Kasus-kasus perempuan yang terjerat
narkoba masih teringat dalam ingatan kita, seperti kasus maut Tugu Sentani, 9
orang tewas dan 4 luka-luka. Ironinya, maut yang merenggut 9 nyawa tidak
berdosa disebabkan karena kelalaian seorang perempuan mengemudikan mobil dalam
pengaruh narkoba. Berita tak kalah hebohnya, artis mendunia Whitney Huston,
ditemukan tewas di kamar mandi dan diduga karena over dosis narkoba yang telah
8 tahun dikonsumsinya.
Narkoba merupakan persoalan yang
bersifat sistemik karena hal ini bisa terjadi di seluruh lini kehidupan yang
mengitari siapa saja yang berada di dekatnya. Penyalahgunaan narkoba merupakan
perilaku yang dipengaruhi banyak factor, baik factor internal maupun eksternal,
baik factor social, individual, ekonomi sampai psikologis. Namun, demikian
pendekatan individual terhadap penyalahgunaan narkoba kurang mendapat perhatian
khususnya penyalahgunaan narkoba di kalangan perempuan. Selain factor penyebab
yang beragam, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak negative yang
kompleks, meliputi bi-psikososio-spiritual. Menurut tingkatan efek dari
penyahgunaan narkoba aspek psikis dan spiritual yang memiliki resiko lebih
berat karena memiliki rentang waktu yang begitu panjang, khususnya perempuan
yang secara psikologis memiliki kecenderungan untuk mengisolasi dan melakukan
tindakan di laur batas kemampuan.
Kriminolog asal Universitas 17
Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Kristoforus L. Kleden mengatakan dalam teori
fiktimologi, bahwa perempuan memiliki potensi lebih dalam segala modus aksi
criminal, khususnya penyalahgunaan narkoba. Factor ekonomi diduga kuat menjadi
pemicu keterlibatan perempuan dalam jerat narkoba. Kemiskinan adalah menjadi
penyebab perempuan banyak yang terjerat dalam penyalahgunaan narkoba, sehingga
perempuan harus memutar otak untuk tetap mempertahankan hidupnya. Selain factor
ekonomi kecenderungan perempuan terjerat kasus narkoba adalah karena factor
social, yaitu berupa pengakuan status sebgai masyarakat modern dengan hingar
bingarnya kehidupan modern. Kemudian ada juga budaya yang menjadi salah
satunya, yang didasarkan pada masalah konsumerisme. Konsumerisme tampil sebagai
gaya hidup perempuan modern.
Factor yang selanjutnya adalah pemahaman
terhadap agama sebagai falsafah hidup kemanusiaan. Agama yang seharusnya
menjadi benteng dan pondasi dalam mengalami segala aktivitas kemanusiaan
nampaknya telah mengalami pergeseran seiring dengan semangat modernitas yang
berkembang saat ini. Agama sudah kehilangan bentuk dalam upaya menjadikan
semangat keadilan, kejujuran, dan menjunjung nilai-nilai keshalehan social di
masyarakat.
Perilaku dan penyalahan narkoba bagi
perempuan membawa dampak yang luar biasa. Bagaimana tidak, selama ini perempuan
memiliki banyak peran strategis dalam unit social masayarakat (keluarga)
membina, mendidik, mengarahkan, anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa
yang cerdas dan berakhlakul karimah tentu akan sulit terwujud. Hal ini bisa
dilihat dari fungsi perempuan ketika menjadi ibu rumah tangga, mereka memiliki
tanggung jawab moral terhadap anak-anaknya.
Di dalam jurnal lain menyebutkan
bahwa Indonesia kini bukan lagi sebagai tempat transit pemakai narkoba, tetapi
juga sudah menjadi negara produsen. Salah satu modus operasi dalam peredaran
narkoba adalah dengan menjadikan perempuan sebagai kurir narkoba (Giovanni:
2003). Bisnis narkoba semakin tak terkendali karena produsen dan Bandar besar
memanfaatkan anak-anak dan perempuan sebagai kurir narkoba. Chris Corrin (2005)
menegaskan hampir di semua negara penyebab utama keterlibatan perempuan dalam
rantai peredaran global narkoba adalah kemiskinan. Kemiskinan tidak hanya
memarjinalkan perempuan di berbagai sendi kehidupan, tetapi juga semakin
menyeret perempuan ke dalam kriminalitas, selain pelacuran.
Sistem seks /gender telah
mengoperasi perempuan di dalam keluarga, relasi personal dan masyarakat secara
luas yang kemudian membawa, menjerat atau menjebak perempuan dalam aktivitas
criminal perdagangan gelap narkoba. Bahkan di dalam kelompok criminal ini pun,
perempuan kembali mendapatkan kekerasan, dieksploitasi dan direndahkan. Dan
inilah yang disebut atau dinamai sebagai kekerasan berlapis atau viktimisasi
berlapis. Pengurangan hak-hak, terutama kebebasan bergerak sudah dimulai saat
pemeriksaan di tingkat kepolisian, saat mereka tertangkap dan berhadapan dengan
sistem peradilan pidana mereka masih mendapatkan kekerasan lanjutan, baik
kekerasan fisik, seksual maupun psikologis mereka dapatkan. Meski mereka adalah
pelaku perdagangan narkoba, tetapi mereka juga merupakan korban atas kekerasan
yang mereka terima dalam proses peradila pidana.
Hidup dalam kondisi penuh tekanan
dan kekerasan dari lingkungan patriakhal memebuat perempuan ini menjadi seorang
kurir narkoba dan dapat dikategorikan sebagai suatu kejahatan terhadap
kemanusiaan. Kekerasan fisik, seksual, dan psikis yang dialami mereka, beberapa
di antaranya sangat khas perempuan, saling tumpang tindih atau terjadi dan
didukung secara bersamaan oleh pelakunya, yaitu keluarga, pasangan, masyarakat,
dan negara yang membuat subyek mau tidak mau terlibat dalam perdagangan
narkoba.
Kelebihan
& Kekurangan
-
Kelebihan
Menurut
saya jurnal tersebut sudah sangat jelas untuk membahas tentang perempuan yang
terjerat dalam narkoba. Di dalam jurnal tersebut juga menjelaskan bagaimana
perempuan bisa menjadi kurir atau terjerat dalam perdagangan narkoba, kemudian
dalam jurnal tersebut juga menjelaskan bagaimana strategi dakwah untuk korban
dan keluarga korban.
-
Kekurangan
Pendapat saya dalam jurnal tersebut
tidak ada kekurangannya.
Kontribusi Dakwah
Penyalahgunaan narkoba membawa
dampak yang luar biasa khususnya untuk kaum perempuan. Dakwah sebagai salah
satu komponen utama ajaran umat Islam perlu memainkan peranannya untuk mengubah
tatanan kehidupan masyarakat yang semakin tidak menentu dengan mewujudkan
tatanan kehidupan umat Islam yang benar-benar sesuai dengan nilai moral
ajarannya, sehingga kehidupan yang dinamis, inovatif, dapat terwujud, serta
kesejahteraan dn kebahagiaan dapat terealisasikan.
Bagi korban penyalahgunaan narkoba, dapat digunakan model
dakwah fardiyah, sedangkan untuk keluarga digunakan dakwah fi’ah. Dalam level
dakwahnya, strategi yang digunakan bagi keluarga penyalahgunaan narkoba adalah
melalui isi materi dakwah yang dibuat berbeda dari materi dakwah pada umunya.
Karena itu da’I harus bisa mengetahui seluk-beluk tentang narkoba. Kemudian
yang kedua yaitu metode yang digunakan untuk mendekati para korban
penyalahgunaan narkoba harus tepat, salah satunya adalah pendekatan personal
dan social. Sedangkan dalam bentuk kegiatan dakwahnya dapat dilakukan dengan
cara tabligh, irsyad Islam, tadbir dan tahwir.
Daftar Pustaka
Hasanah, Hasyim. “Perempuan, Jerat
Narkoba dan Strategi Dakwahnya”, SAWWA, 7 (2), 2012, 51-66
Anastasia, Ayu. “Perempuan Kurir dalam
Perdagangan Gelap Narkoba (Sebuah Realitas Korban Kekerasan Berlapis)”, Jurnal
Kriminologi Indonesia, 8 (1), 2012, 1-11
Komentar
Posting Komentar